Fungsi dan Kegunaan Police Line

Kamu tentu sering melihat garis kuning yang dipakai oleh polisi saat menginvestigasi kasus bukan? Nah, garis tersebut dinamakan sebagai police line (garis polisi) di mana hanya mereka yang berwenang saja yang boleh melintasinya. Police line ini sendiri mempunyai peranan penting dalam menjaga status quo sebuah TKP (tempat kejadian perkara). Nah, informasi lebih lengkap mengenai fungsi serta kegunaan dari garis kuning ini bisa kamu simak dalam ulasan berikut ini.

Police Line

Makna Warna Kuning dan Hitam pada Garis Polisi

Mengapa police line dibuat berwarna hitam dan kuning? Ternyata itu bukanlah sebuah kebetulan saja. Warna tersebut mengisyaratkan bahwa di area itu akan dilakukan penyelidikan berlanjut tentang sebuah kasus, contoh saja pembunuhan atau bunuh diri. Warna kuning hitam juga menunjukkan bahwa kemungkinan masih ada bahaya yang bisa saja terjadi. Pada kasus yang ditangani oleh polisi, pita yang dilingkarkan pada sekitar TKP juga bermakna bahwa area tersebut tidak boleh sembarangan dimasuki oleh yang tak berkepentingan.

Fungsi dari Police Line

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa garis polisi merupakan batasan area terlarang, sebagai tanda bahwa penyelidikan masih terus dilanjutkan. Orang-orang yang boleh memasuki area tersebut hanya mereka yang sudah ditentukan oleh undang-undang. Tujuan adanya police line ini sendiri agar menjaga TKP tetap seperti sedia kala, saat terjadinya peristiwa. Kondisi TKP yang tetap terjaga memungkinkan para petugas polisi untuk memulai penyelidikan lanjut. Saat TKP tidak diberi garis kuning, maka ada kemungkinan hilangnya barang bukti kejahatan, berubahnya posisi benda, serta mungkin saja pelaku bisa memanipulasi segala hal yang ada di TKP dan berkaitan dengan kasus tersebut.

Garis Polisi di TKP bisa saja dibiarkan dalam waktu yang lama

Garis Polisi

Lalu, apakah garis ini bisa segera dilepaskan? Nah, terkait dengan hal tersebut tergantung kepada kasus yang sedang ditangani. Seandainya kasus tersebut selesai dalam waktu cepat dan pelaku kejahatan tertangkap, maka police line bisa saja langsung dilepaskan. Akan tetapi, ada kasus yang membutuhkan waktu lama bahkan bisa sampai belasan tahun, maka police line juga tidak akan dilepaskan. Polisi bisa saja sewaktu-waktu meninjau kembali tempat tersebut untuk menemukan bukti-bukti.

Pembukaan Resmi TKP yang Diberi Police Line

Saat kasus sudah terselesaikan dengan baik, maka secara resmi pihak kepolisian akan memberi tahu pemilik TKP (jika milik individu) bahwa tempat tersebut bisa dibuka kembali. Jika tidak, maka pemilik tempat harus menunggu dalam kurun waktu tertentu. Karena, masuk ke dalam police line, atau merusak properti yang ada di area tersebut bisa membuat seseorang ditindak secara hukum loh (kalau tanpa izin) dari pihak berwenang. Makanya, jangan sembarangan mulai sekarang ya!

Sanksi Bagi Mereka yang Merusak Police Line

Yap, merusak police line dengan sengaja bisa saja membuatmu berada dalam bahaya. Pelaku bisa saja ditindak sesuai dengan KUHP yang berlaku. Secara rinci, undang-undang memang tidak mengatur hukuman yang jelas terkait orang yang melakukan pengrusakan terhadap police line dan TKP terkait, akan tetapi hal tersebut bisa saja dianggap sebagai pelanggaran. Beberapa area TKP yang tidak boleh dirusak police line-nya adalah: area kecelakaan lalu lintas, kebakaran, pembunuhan, serta area penanganan tindak pidana di pertambangan ilegal (illegal mining). Police line yang dilepas atau dirusak tanpa seizin dari polisi ini bisa saja menghambat kerja mereka yang menangani kasus.

Nah, sekarang sudah tau kan seberapa pentingnya police line yang sering kamu lihat ini? maka dari itu, hindari merusak atau mengambil apa saja yang masih masuk dalam area TKP suatu kasus.

 

Ingin membeli produk police line murah? Kunjungi situs temtera.com sekarang juga!