Yuk, Gunakan Listrik Dengan Bijaksana!

Konsumsi masyarakat akan listrik kini semakin tinggi. Hampir semua elemen kehidupan menggunakan listrik. Bahkan banyak teknologi yang menyarankan penggunaan listrik di masa depan. Seperti bahan bakar mobil mulai diganti dengan mobil listrik yang bisa diisi ulang menggunakan daya listrik. Perkembangan teknologi juga menuntut penggunaan listrik yang cukup besar. Seperti hadirnya gadget yang tidak bisa lepas mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Inilah salah satu bentuk ketergantungan manusia terhadap penggunaan listrik.

Kenyataannya, listrik membutuhkan sumber daya yang cukup besar. Semakin banyak listrik yang dibutuhkan, semakin besar pula sumber daya yang harus dicari. Namun kita juga menyadari bahwa lama kelamaan sumber daya ini akan menipis dan habis. Berbagai cara ditempuh agar pasokan listrik tetap mengalir. Mulai dari menggunakan sumber daya alam (matahari, angin, dan air) hingga sumber daya tenaga nuklir. Instalasi listrik dibuat sedemikian rupa untuk membantu menghemat penggunaan listrik, baik di rumah, perkantoran, atau pabrik-pabrik.

Menghemat Listrik Sejak Dini

 

Meski listrik rumahan tampaknya tidak ikut andil terlalu besar dalam konsumsi listrik, kenyataannya listrik rumahan tetap tidak luput dari himbauan untuk menghemat penggunaannya. Justru himbauan untuk menghemat penggunaan listrik dimulai dari sektor rumah tangga.

Sebagai pengguna listrik yang bijak, tidak ada salahnya mulai menghemat listrik sejak dini. Bagaimanapun juga, sumber daya memiliki batas maksimal. Sebelum panik karena sumber daya listrik terlanjur habis. Berikut ini hal-hal yang dapat kita lakukan untuk membantu menghemat listrik :

1. Matikan Lampu Saat Tidak Digunakan

Hal ini sering luput dari perhatian kita. Tanpa disadari, kita menyalakan lampu hampir 24 jam bahkan di saat kita tidak berada di ruangan tersebut. Alangkah baiknya memanfaatkan cahaya matahari di siang hari dan matikan lampu saat tidak digunakan. Menggunakan lampu hemat energi memang membantu menghemat listrik, tetapi akan lebih baik membatasi penggunaan lampu ruangan.

2. Menggunakan AC Seperlunya

Kalau ingin menggunakan AC, sebaiknya gunakan AC hemat energy yang dapat menaikkan suhu atau off secara otomatis di saat ruangan tidak begitu banyak orang. Sehingga kita tidak perlu mengonsumsi listrik terlalu banyak hanya untuk mendinginkan ruangan yang tidak ada isinya. Akan lebih baik lagi jika mematikan AC ketika tidak digunakan jangka panjang.

Baca juga: Tips Memilih Warna Cat Eksterior yang Tepat agar Tidak Cepat Kusam

3. Mengganti Listrik dengan Sistem  Pulsa

Menggunakan listrik dengan sistem pulsa dapat membantu kita dalam menghemat listrik. Listrik pulsa bisa disesuaikan dengan kebutuhan yang telah direncanakan. Hal ini juga membantu kita mengontrol penggunaan listrik. Saat pulsa listrik sudah habis, maka otomatis listrik rumah kita akan mati dan untuk mengaktifkannya harus diisi menggunakan pulsa. Dengan begini, kita bisa memperkirakan kebutuhan listrik perbulan sekaligus belajar berhemat. Minta bantuan jasa instalasi listrik untuk berpindah ke listrik sistem pulsa.

4. Mencabut Peralatan Dari Saklar Saat Tidak Digunakan

Sebagai contoh adalah membiarkan charger HP menancap di saklar padahal sedang tidak digunakan. Listrik tetap mengalir dalam kabel tersebut. Dengan begini, listrik akan terbuang sia-sia dan kita harus membayar tagihan yang seharusnya bisa dihemat. Cabut charger atau kabel lain yang tidak digunakan agar listrik tidak terbuang percuma.

Itulah langkah-langkah sederhana yang dapat membantu menghemat listrik. Meski sederhana, tetapi jika dilakukan oleh banyak orang maka akan memberikan dampak yang besar. Kita bisa menghemat sumber daya yang tersisa di bumi sekaligus mencari alternatif agar tetap bisa menggunakan listrik. Menghemat listrik juga dapat membantu mengontrol pengeluaran. Biaya listrik yang berlebihan bisa digunakan untuk biaya sehari-hari.

Penghantar Listrik Lebih Sering Gunakan Tembaga? Apa Kelebihannya?

Tembaga adalah sebuah konduktor yang baik dalam menghantarkan listrik dan panas. Itu sebabnya mengapa tembaga sering dipilih oleh mekanikal elektrikal sebagai bahan untuk pembuatan kabel listrik. Ada banyak jenis penghantar listrik di antaranya seperti aluminium, baja, besi, kuningan, platina dan masih banyak yang lainnya.

Penghantar Listrik Lebih Sering Gunakan Tembaga

Namun, dari begitu banyaknya jenis penghantar listrik. Tembagalah yang paling sering digunakan untuk bahan penghantar listrik. Hal ini dikarenakan tembaga memiliki sifat yang ringan dan mudah dijumpai dimanapun.

Cara Mengolah Tembaga Menjadi Alat Penghantar Listrik

Tembaga hanya terdapat di Papua (Indonesia), Amerika Utara, Chile, dan beberapa tempat lainnya. Tembaga merupakan penghantar listrik yang berbentuk seperti biji. Adapun cara kontraktor listrik dalam mengelolah tembaga sebagai alat penghantar listrik antara lain sebagai berikut:

  • Haluskan Biji Tembaga

Tahap pertama dalam pengelolahan tembaga adalah dengan cara menghancurkan biji tembaga dan haluskan menggunakan mesin buatan.

  • Campur Biji Dengan Air

Tahap ke dua adalah dengan mencampurkan biji tembaga yang sudah kamu dapat dengan air, dan biarkan hingga membentuk slurry.

  • Pisahkan Slurry Dari Mineral Pengotor

Tahap ke tiga adalah dengan cara memisahkan slurry yang sudah terbuat dari mineral pengotor, cara memisahkannya adalah dengan cara memasukan slurry ke dalam tangki sel flotasi. Dalam proses ini, diperolehlah kosentrat CU dengan kadar yang sangat tinggi.

  • Keringkan Konsentrat CU

Tahap ke empat atau tahap terakhir dalam pengelolahan tembaga sebagai alat penghantar listrik adalah dengan mengeringkan konsentrat CU, cara ini dapat dilakukan dengan dawatering plant dimana konsentrat yang masih basah dikeringkan dengan penyaring putar untuk menghilangkan air dalam kosentrat CU.

Setelah selesai dalam pengelolahan tembaga, terjadilah ekstrasi tembaga.

Keuntungan Penggunaan Tembaga Dalam Menghantarkan Listrik

Keuntungan Penggunaan Tembaga Dalam Menghantarkan Listrik

Banyak sekali keuntungan dalam penggunaan tembaga ini yang menjadikan tembaga sering digunakan sebagai alat penghantar listrik. Adapun macam-macam keuntungan penggunaan tembaga antara lain sebagai berikut :

1. Harga Sangat Terjangkau

Hal yang paling mencolok dari seringnya penggunaan tembaga sebagai alat penghantar listrik adalah harga yang relatif lebih murah dibanding dengan jenis tembaga lain seperti perak dan lainnya. Sehingga tembaga adalah alat yang tepat digunakan sebagai bahan kabel dan lainnya.

2. Memiliki Tekstur yang Lentur

Keuntungan lainnya dari tembaga ini adalah teksturnya yang  lunak sehingga sangat mudah digunakan sebagai instalasi listrik.

3. Masa Jenis yang Kecil

Tembaga memiliki masa jenis yang relatif kecil ketimbang jenis penghantar listrik lainnya. Karena hal inilah tembaga jadi memiliki bobot yang ringan.

Baca juga: Ingin Interior Hotel Layaknya Hotel Terbaik Didunia, Aplikasikan Walpaper Dinding

4. Konduktor yang Baik

Tembaga merupakan konduktor yang baik dalam menghantarkan listrik. Hal ini yang mengakibatkan kemungkinan kerugian menjadi semakin sedikit.

5. Cara Kerja Tembaga yang Bagus

Jika terjadi pemanasan yang berlebih, maka tembaga akan mudah putus sehingga sangat baik menghindari konsleting listrik atau penggunaan listrik secara berlebih.

Sifat-sifat Tembaga

Tembaga memiliki beberapa sifat yang pastinya juga mempengaruhi kelebihan atau kekurangan dari tembaga itu sendiri antara lain :

  • Tahan korosi
  • Memiliki kandungan logam yang tidak begitu aktif
  • Memiliki tekstur kuat
  • Konduktor yang baik
  • Tidak larut dalam air

Demikianlah beberapa keuntungan yang didapat dari memakai bahan tembaga sebagai alat penghantar listrik di kehupan sehari-hari. Karena, seringnya tembaga dijadikan alat penghantar listrik dan mengingat tambang tembaga hanya terdapat di beberapa lokasi saja lebih baik mulai dari sekarang memilih alternatif lain seperti aluminium atau yang lainnya.

Langkah – Langkah Instalasi Fire Alarm System Kovensional

Sistem pengindera api fire alarm atau yang biasa kita kenal dengan fire alarm system merupakan sebuah sistem terintegrasi yang khusus didesain dan diciptakan untuk mendeteksi adanya gejala kebarakan dan kemudian akan memberikan peringatan atau warning ke dalam suatu sistem, setelah itu di respon secara otomatis dengan sistem instalasi. Secara sederhana fire alarm system dapat dijelaskan sebagai pendeteksi keberadaan api secara otomatis yang berpotensi menjadi penyebab kebakaran.

Fire alarm system selalu dilengkapi dengan sensor yang peka terhadap keberadaan api, asap, panas, maupun gas. Sehingga tidak heran, ketika terdapat asap ataupun api pada ruangan yang dilengkapi oleh fire alarm secara otomatis akan berbunyi nyaring dan orang – orang yang mendengar bunyi ini pun bisa menyelamatkan diri sesegera mungkin. Fire alarm system sendiri dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu sistem addressable dan sistem kovensional.

Cara Instalasi Fire Alarm Sistem Konvensional

Sistem konvensional pada umumnya dipakai pada bangunan yang tidak terlalu besar seperti perumahan, pertokoan, hingga sekolah. Sedangkan sistem addressable sering digunakan pada bangunan besar karena sudah dilengkapi dengan kode digital yang dapat mendeteksi langsung terjadinya lokasi terjadi kebakaran dan terhubung pada dalam satu panel alarm. Namun, artikel kali ini akan fokus membahas tentang bagaimana cara instalasi fire alarm dengan sistem konvensional.

 

Sistem fire alarm konvensional merupakan jenis instalasi fire  alarm paling sederhana karena hanya membutuhkan kabel detector, indicating lamp, manual call point dan lainnya. Sistem ini juga tergolong multifungsi karena hanya membutuhkan sedikit modifikasi pada rangkaiannya seperti module control untuk membentuk sistem semi-addressable yang nantinya akan lebih memaksimalkan penggunaan alat fire alarm.

Cara instalasi fire alarm konvensional ada beberapa pilihan instalasi yaitu :

  1. Instalasi 2-Wire Type atau bisa disebut dengan instalasi memakai kabel dua. Pertama – tama, persiapkan kabel berisi dua yang nantinya akan digunakan sebagai penghubung antara detektor ke panel alarm. Gunakan kabel listrik NYM 2 x 1.5 mm atau NYMHY 2x 1.5 mm yang di kemudian ditarik dalam pipa conduit. Selain itu, persiapkan kabel tahan api untuk menghubungkan panel dan sumber listrik 220 V. Untuk pemasangan ini biasanya di lakukan oleh kontraktor listrik.

    Kemudia kabel yang telah dihubungkan dengan panel fire alarm di pasangkan pada terminal berlabel L dan C, dimana kabel tersebut dihubungkan secara parallel tanpa bercabang yang artinya harus ada titik awal dan akhir. Titik akhir detector tersebut kemudian dihubungkan dengan End of Line (EOL) resistor dan kapasitor untuk menyatakan bahwa loop berakhir. Dengan kata lain, setiap 1 loop = 1 zone yang di tutup EOL resistor. Sehingga setiap 1 zona ini nantinya akan menyatakan sinyal tanda kebakaran kepada panel kontrol.

  2. Menggunakan 3-Wire Type yang bertujuan agar setiap detector memiliki output berupa lampu. Indicating lamp akan di pasang di luar pintu sehingga saat terjadi kebakaran lampu akan hidup dan orang yang berada di luar luar ruangan bisa melihat.
  3. Terakhir 4-Wire Type yang umumnya di gunakan pada Smoke Detector 12V agar bisa di hubungkan dengan panel alarm rumah. Ada 2 kabel yang di pakai sebagai supply +12V dan -12V, sedangkan dua kabel sisanya adalah relay NO-C yang nantinya akan di hubungkan pada terminal yang bertanda ZONE dan COM pada panel alarm. Biasanya pemasangan type ini dikerjakan oleh kontraktor HVAC.

Mungkin bagi orang awam pemasangan fire alarm ini sangat rumit dan memusingkan, meskipun sudah di jelaskan pasti ada rasa takut salah ketika pemasangannya. oleh karena itu, agar lebih aman Anda bisa menggunakan jasa kontraktor mekanikal elektrikal atau seseorang yang lebih paham di bidang tersebut.

See more:

Hunian Nyaman Dengan AC Berteknologi Canggih

Daftar Harga Ku – Di era modern seperti sekarang ini, properti menjadi sangat meroket harganya. mulai dari harga tanah, perizinan dan pajak pun harga bahan-bahan bangunan. Maka sebagian besar orang membangun rumah dengan gaya modern minimalis. Secara umum tampak kekinian, tetapi pada dasarnya adalah mengurangi bentuk-bentuk artisitik yang pastinya memerlukan biaya tambahan. Ketinggian rumah juga menjadi dasar, gaya modern minimalis sebetulnya memberikan kesan kurang aerodinamis pada sirkulasi udara, sehingga kebanyakan rumah-rumah sekarang terasa panas. Selain itu juga lokasi tempat tinggal bisa menjadi faktor, seperti dekat pantai, kurangnya pepohonan, atau di lingkungan yang padat.

Lalu apakah kita pasrah begitu saja? Tentu saja tidak, hal itu memang bisa diakali dengan kecanggihan teknologi Air Conditioner, yang kita kenal sebagai AC. Banyak sekali jenis AC yang beredar di pasaran. Mulai dari AC yang mahal sampai AC murah, ada pula yang kita sebut AC dinding, AC duduk atau AC berdiri. Semua sesuai dengan kebutuhan dan peruntukkannya. Selain jenis, harga AC juga menjadi acuan bagi sebagian konsumen dalam memilih produk AC sesuai kebutuhan dan keinginannya. Sebetulnya pemilihan AC tidaklah terlalu sulit.

Lalu seperti apakah pemilihan AC itu?

1. AC dinding

AC jenis ini adalah pilihan ideal bagi suatu area di rumah kita yang menginginkan udara segar secara kontinyu dan tetap. Misal di area ruang tamu menyambung ke ruang keluarga. Atau mungkin di kamar tidur supaya tidurnya nyaman. Keuntungan pilihan AC ini adalah sangat sejuk dari kualitas udara yang dihasilkan, kekurangannya adalah harganya relatif lebih mahal dibanding jenis AC lainnya, juga dalam pengerjaannya memerlukan tenaga ahli yang membutuhkan biaya tambahan.

AC dinding

2. AC duduk

AC jenis ini bisa juga disebut AC portable, atau AC mini. Ukurannya memang dibuat agar mudah ditempatkan pada meja, atau tempat khusus AC yang posisinya setinggi duduk kita. Dengan AC ini memungkinkan seseorangan mengatur sedemikian rupa dimanakah ia akan menempatkan penyejuk udaranya. Keuntungan dari jenis AC ini adalah desainnya mudah dipindah pindahkan, serta harganya lebih murah. Kekurangannya adalah udara yang dihasilkan cenderung kecil dan tidak sesejuk AC dinding atau permanen.

AC duduk

3. AC berdiri

Hampir sama dengan AC duduk, bedanya adalah ukurannya. AC ini relatif lebih tinggi dan memang peruntukkannya adalah di pasang langsung di lantai, tidak perlu meja atau tempat tertentu. Keuntungannya adalah, selain indoor, AC berdiri bisa pula ditempatkan pada area semi outdoor misal teras, halaman, dsb. Keuntungannya adalah AC ini bisa lebih leluasa ditempatkan, tidak memerlukan meja. Kekurangannya adalah, terkadang ukurannya membuat interior kita terkesan sempit dan penyejuk udaranya memang tidak sesejuk AC permanen.

AC berdiri

Jadi, apakah pilihan anda sekarang? Tentu saja sesuai dengan selera dan kebutuhan anda, bila perlu ketiga jenis AC tersebut sangat masuk akal untuk dimiliki. Dan persoalan harga AC janganlah menjadi beban berlebih pikiran anda. Dewasa ini banyak sekali vendor yang bermain di sektor elektronik ini. Beberapa vendor lama memang masih menjadi idola seperti Panasonic, LG, Daikin, dsb. tetapi kini banyak vendor-vendor baru yang menyemarakkan persaingan.

 

Baca juga: Langkah Mencari Parket Dengan Kualitas Terbaik

 

Banyak yang menawarkan kecanggihan dan harga yang bersaing. Apapun itu, kita sebagai konsumen tentu saja diuntungkan, dengan harga yang bervariasi kita juga harus jeli dalam memilih jenis yang sesuai kebutuhan. Yang jelas, rumah kita adalah istana kita, kalau bukan kita yang menciptakan suasana nyaman, lalu siapa lagi?

Selain Banyak Manfaat, Harga Lampu LED Relatif Murah loh!

Lampu LED

Penggunaan Lampu LED saat ini sudah mulai menjamur. Mulai dari beberapa perusahaan, kontraktor swasta, sampai pemerintah pun sudah mulai melirik dan beralih dari penggunaan lampu biasa menjadi LED. Karena selain banyak manfaatnya, Lampu LED juga memiliki konsumsi daya yang relatif kecil, sehingga usia pemakaiannya bisa mencapai 20 ribu sampai 30 ribu jam. LED memiliki banyak varian bentuk dan jenis, sehingga harganya pun berbeda sesuai manfaatnya masing-masing

Lampu LED Dengan Efisiensinya Bagi Masyarakat Luas

Kemajuan teknologi yang cukup pesat, membuat produsen lampu tidak ingin kalah untuk  melakukan inovatif terhadap alat penerang ruangan yang memang menjadi kebutuhan penting bagi setiap manusia. Light Emitting Diode atau yang dikenal dengan LED merupakan bukti dari perkembangan yang  inovatif dibidang pencahayaan.  Sesuai dengan fungsinya, Saat ini LED berhasil menyorot keberadaaanya ditengah-tengah masyarakat luas.

  • Berikut manfaat LED yang perlu diketahui, khususnya bagi Masyarakat yang belum pernah menggunakannya:
  • Penggunaan LED yang lebih awet dibandingkan lampu biasa, berikisar 20 ribu sampai 30 ribu jam
  • Konsumsi daya yang relatif kecil sehingga lebih hemat untuk penggunaan listriknya
  • Cahaya LED tidak menghasilkan energy panas
  • Ukuran yang lebih minimalis dan berbagai macam bentuk dibandingkan lampu biasa
  • Karena tidak mengandung unsur merkuri yang mudah menguap, LED tergolong sebagai lampu yang ramah lingkungan
  • LED termaksud semikonduktor yang mengubah energi listrik menjadi energi cahaya, sehingga pengaturan cahaya bisa diatur sesuai arah datangnya cahaya

Jenis-Jenis dan Harga Lampu LED Kecil

Lampu LED yang menjamur dipasaran dan lebih sering digunakan oleh masyarakat rumahan biasanya berukuran kecil. Antara lain: Miniatur LED, Super Flux LED, Bicolor LED, SMD LED, COB LED, sampai dengan High power LED, berikut penjelasannya.

Miniatur LED

Jenis miniatur LED merupakan jenis lampu dengan harga termurah dibandingkan LED lainnya. Biasanya, miniature LED digunakan sebagai lampu indikator untuk beberapa lampu eletronik seperti remote, televise, dll.

Super Flux LED

Lampu LED kecil satu ini memiliki konsumsi listrik yang tinggi, karena memiliki dua kutub positif dan dua kutup negative. Biasanya Super Flux LED digunakanan sebagai penerang cahaya papan iklan di pingir jalan atau juga sebegai pencahayaan di panggung.

Baca: Trik Mendapatkan Harga Pasir 1 Truk Termurah Dan Berkualitas

Bicolor LED

Jenis LED ini dapat mengeluarkan berbagai macam warna cahaya secara bergantian. Biasanya dapat ditemukan pada mainan anak-anak.

SMD LED/ Surface Mounted Device

Adalah LED yang paling sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Lampu kecil LED ini bisa ditemukan pada notifikasi ponsel, dan juga sebagai cahaya di bola lampu/ lampu tali.

COB LED/ Chip On Board LED

Meski terbilang sebagai lampu LED kecil, namun jenis lampu ini dapat memancarkan cahaya yang lebih terang dan merata. Biasanya COB LED digunakan sebagai penambah cahaya pada lampu mobil.

High Power LED

Lampu LED kecil satu ini disebut sebagai LED paling terang dibandingkan lampu LED lainnnya. Jenis lampu ini juga sering ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai lampu akuarium, lampu senter, atau bahkan penerang ruangan di pabrik-pabrik.

Setelah mengetahui jenis-jenis Lampu LED Kecil dan kegunaanya, ada baiknya Anda mengetahui daftar harga lampu LED di pasaran yang biasa dijual. Berikut daftar harganya:

Jenis Lampu LED Kecil Harga
Miniature LED Rp 150/pcs
Super Flux LED Rp 850/pcs
Bicolor LED Rp 4.000/pcs
SMD LED Rp 3.000/pcs
COB LED Rp 20.000/pcs
High Power LED Rp 2.000/pcs

Banyaknya jenis LED saat ini dengan harga yang relative murah, dipecayakan akan lebih mempermudah masyarakat khususnya dibidang pencahayaan.